Friday, January 30, 2009

Erdogan Angkat Kaki Dari Konferensi Davos Kecam Peretz Soal Gaza




Davos-Infopalestina : Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan meninggalkan tempat pertemuan penting dalam KTT Ekonomi di Davos, Swiss Selasa (27/1). Ia memprotes pimpinan sidang yang tidak memberikan kesempatan baginya untuk membantah pidato presiden Zionis, Shimon Peretz terkait perang Gaza.

Erdogan meninggal tempat tersebut dengan kemarahan akibat tidak diberikan kesempatan untuk membantah pidato Peretz.

Sebelumnya, Erdogan melancarkan bantahanya atas pidato Peretz. Namun baru permulaan sudah dipotong oleh pimpinan sidang. Dalam pidato yang singkatnya, Erdogan menyatakan, “Tuan Peretz anda adalah lebih tua dari saya, tetapi anda telah menggunakan bahasa yang sangat tajam. Saya rasa dan mungkin anda juga merasakan telah berdosa. Mungkin juga anda membantahnya. Saya ingatkan, anak-anak yang terbunuh di pantai Gaza. Dan saya ingatkan tentang ungkapan perdana menteri anda yang mengatakan, sangat senang mernyerang Palestina dengan tank-tank Israel.

Ia menambahkan, saya sedih sekali ketika orang-orang bertepuk tangan mendengarkan pidato anda. Karena sebagian besar orang-orang Gaza telah terbunuh. Saya yakin tindakan tersebut suatu kesalahan besar dan tidak manusiawi, bertepuk tangan terhadap aksi yang tidak manusiawi.

Namun pimpinan sidang segera memotong pidato Erdogan dan mengingatkanya untuk menghentikan pidatonya lebih dari sekali. Ia segera meninggalkan tempat duduknya dan berkata, terima kasih saya tidak akan kembali ke Davos setelah pertemuan ini. Kalian tidak memberikan kesempatan pada saya untuk berbicara. Sementara kalian membiarkan Peretz berbicara selama 25 menit dan saya hanya setengahnya.

Setelah meninggalkan pertemuan tersebut, Erdogan lalu memberikan keterangan pers yang menyatakan, dalam pidatonya Peretz tidak mengungkapkan kebenaran atas apa yang dilakukannya menyerang Gaza. Ia menyagakan, dirinya hanya berbicara selama 12 menit, sebagaimana Sekjen Liga Arab, Amir Musa. Namun peretz diberikan kesempatan untuk berbicara selama 25 menit. Disebutkan, berulang kali Peretz mengarahkan pembicaraanya kepada Erdogan. Ia juga berbicara dengan bahasa yang mengabaikan perasaan orang banyak. Sementara pimpinan sidang melarang Erdogan membantah pernyataan Peretz dengan suara tinggi. (asy)

No comments: